Profil

  1. Nama Jurusan/Kode      : Pendidikan Non Formal (S1) / 6160409
  2. Izin                                 : Nomor: 74/D/O/2010, 09 juni 2010
  3. Akreditasi                       : A, BAN PT No. 252/SK/BAN-PT/Ak-XVI/S/XII/2013
  4. Gelar                              : Sarjana Pendidikan (S.Pd)
  5. Deskripsi                        : Jurusan Pendidikan Nonformal berada di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan menyelenggarakan pendidikan dengan tujuan menghasilkan lulusan pengelola, pendidik, pengkaji dan pengembang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal, penyuluh kependudukan dan keluarga berencana, pekerja sosial dan fasilitator pemberdayaan masyarakat dengan kualifikasi Sarjana Pendidikan (S1) yang unggul, profesional, terampil, dan peka terhadap konservasi lingkungan dan sosial-budaya.

Sejarah Singkat

Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), semula bernama Jurusan Pendidikan Sosial, berdiri bersamaan waktunya dengan berdirinya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Diponegoro Semarang. Sejalan dengan waktu berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang, 30 Maret 1965, Jurusan Pendidikan Sosial berada di bawah Fakultas Ilmu Pendidikan. Jurusan Pendidikan Sosial membuka program pendidikan Sarjana Muda—masukan  dari lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dengan masa kuliah selama 3 tahun, dan Sarjana—masukan dari lulusan Sarjana Muda dengan masa kuliah selama 2 tahun.

Pada tahun 1980 Jurusan Pendidikan Sosial berubah nama menjadi Jurusan PLS dengan membuka program pendidikan Sarjana (S1) dan program pendidikan Diploma (D1). Pada tahun 1985 program pendidikan D1 ditutup  karena kebutuhan tenaga kependidikan PLS tingkat menengah telah terpenuhi. Demikian pula pada tahun 1987 program pendidikan S1 ditutup karena jumlah lulusan yang dihasilkan tidak sebanding dengan jumlah tenaga kependidikan yang dibutuhkan.

Pada tahun 1991 Jurusan PLS dibuka kembali untuk melayani kebutuhan tenaga kependidikan PLS yang telah bekerja yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang sarjana. Pada tahun 2000 melayani mahasiswa yang baru lulus Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, dan melayani mahasiswa alih kredit semester. Pada tahun 2002 tidak lagi melayani mahasiswa alih kredit semester, dan hanya melayani mahasiswa yang baru lulus dari Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

Pada tahun 1999 terbit Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 124 tahun 1999 yang mengatur perubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang menjadi Universitas Negeri Semarang. Fakultas dan Jurusan di lingkungan Universitas Negeri Semarang mengalami perubahan, kecuali Fakultas Ilmu Pendidikan dan Jurusan PLS. Untuk memberikan keahlian khusus, pada tahun 2001 jurusan membuka konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini, Pelatihan Sumberdaya Manusia, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Visi, Misi, dan Tujuan

Visi

Menghasilkan Lulusan yang unggul  berwawasan konservasi dan bereputasi international.

Misi

  1. Memberikan layanan pendidikan akademik profesional berkualitas untuk menghasilkan tenaga PNF yang unggul, handal, dan kompetitif yang mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dan pemberdayaan bidang PNF.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan yang mampu menghasilkan model-model inovatif dalam pemberdayaan dan pembelajaran PNF yang dapat barsaing dalam kancah nasional dan internasional.
  3. Memberikan layanan bimbingan, penyuluhan, dan pendampingan inovatif kepada warga masyarakat di bidang pengelolaan institusi, program, dan pembelajaran PNF, serta pemberdayaan masyarakat

Tujuan

Sejalan dengan visi yang telah dicanangkan dan misi yang dibawa, maka Prodi Pendidikan Nonformal diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan tenaga kependidikan profesional PNF yang memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola institusi, program, dan pembelajaran dalam PNF, serta   mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan masyarakat nasional dan .
  2. Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi PNF yang beriputasi internasional dengan tetap menjunjung tinggi budaya masyarakat setempat.
  3. Menyebarluaskan dan memberikan layanan pendidikan inovatif kepada masyarakat berbasis penelitian dan pengembangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *