UJIAN SKRIPSI MAHASISWA PENYANDANG DISABILITAS DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

0
152

Pelaksanan ujian skripsi dalam jaringan, pada hari Rabu tanggal 17 November 2021, mahasiswa program studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang penyandang disabilitas ( tuna rungu/teman tuli, atas nama Rifka Dyah Safitri dengan judul skripsi “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kewirausahaan Berbasis Kemandirian Ekonomi di Jawa Tengah” (studi Deskriptif di Taman Pelangi “Mardi Utomo” Kota Semarang) Panitia ujian kali ini diketuai oleh Dr. Sinta Saraswati,.M.Pd, Sekretaris ujian Abdul Malik,S.Pd,M.Pd, Dr. Sungkowo Edy Mulyono, S.Pd, M.Si  sebagai pembimbing utama,  penguji 1 Prof. Dr. Joko Sutarto, M.Pd, Penguji 2 Imam Shofwan, S.Pd, M.Pd. dan sebagai Juru Bahasa Isyarat (JBI) Randi Dwi Anggriawan

Abdul Malik, sebagai sekretaris jurusan dan sekaligus sekretaris ujian menuturkan, bahwa persiapan dan pelaksanaan untuk ujian kali ini berbeda dengan mahasiswa yang lain, karena ada pemenuhan kebutuhan dan hak bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Komunikasi intens dan personal lebih dibangun untuk menselaraskan kebutuhan dan hak dasar yang sebenarnya dibutuhkan oleh mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa atas nama Rifka Dyah Safitri penyandang tuna rungu/teman tuli, dimana dibutuhkan JBI untuk menjembatani komunikasi panitia ujian dan mahasiswa.

Menentukan JBI tidak serta merta ditentukan oleh pihak jurusan, meskipun sudah disiapkan, namun berdasar pada hasil komunikasi dan kesepakatan, mahasiswa memilih dan menentukan sendiri JBI yang nanti akan membantu dalam proses ujian. Jurusan dalam ini bertangjung jawab dalam proses fasilitasi dan administrasi bagi JBI yang telah dipilih karena merupakan kewajiban bagi penyelenggara pendidikan yang diatur oleh UU No 8 tahun 2016 dimana setiap warga negara dalam kondisi apapun mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Unnes sejak tahun 2014 telah menggagas kampus inklusi dengan menerima mahasiswa penyandang disabilitas diberbagai jurusan dan berkomitmen untuk selalu memperbaiki sarana dan prasarana kampus,agar dapat memenuhi kebutuhan, serta pelayanan bagi mahaiswa disabel, menuju kampus konservasi dan ramah disabel, selain itu beberapa strategi dan langkah akan ditingkatkan terus diantaranya, mengubah prespektif pengelola perguruan tinggi tentang disabilitas, menyusun kebijakan berupa pola pengajaran yang sensitif terhadap disabilitas, pengelolaan data base mahasiswa disabel karena menjadi penting bagi para pendidik dan mahasiswa itu sendiri, serta mempermudah regulasi dalam penerimaan mahasiswa melalui jalur yang khusus.