FOTO BERSAMA: Wabup Pati Saiful Arifin menerima kunjungan Imam Shofwan, dosen PLS Unnes Semarang. Keduanya foto bersama di ruang kerja Wabup, Kamis (15/8). (suaramerdeka.com/Dok)

PATI, suaramerdeka.com – Deviden Desa Korporasi bisa untuk apa saja. Antara lain untuk membedah rumah tidak layak huni, membiayai sekolah siswa keluarga miskin, beasiswa anak berprestasi, membantu pemenuhan gizi balita dan lansia, dll.

”Jadi keuntungan dari Desa Korporasi bisa digunakan untuk apa saja. Tentu saja sesuai kebutuhan masing-masing desa. Jika keuntungan banyak, tentu desa bisa berbuat banyak untuk masyarakatnya, tanpa menunggu bantuan dari pusat,” kata Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati saat menerima kunjungan Imam Shofwan, dosen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Unnes Semarang, di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

Sebagaimana diberitakan terkumpul modal usaha sebanyak Rp 5,5 miliar hasil iuran 159 desa di Kabupaten Pati. Mereka bersepakat membentuk perusahan bersama atau desa korporasi. 

”Sebenarnya di Pati ada 401 desa dan 6 kelurahan. Namun yang sudah bersepakat membuat Desa Korporasi baru 159 desa. Mereka menyetorkan modal dari Rp 20 juta, Rp 50 juta, hingga Rp 150 juta. Layaknya perusahaan, keuntungannya nanti akan dibagi kepada desa-desa sesuai deviden,” jelasnya.

Usaha bersama ini direncanakan akan mengelola setidaknya 13 bidang usaha. Namun yang sudah difokuskan dalam waktu dekat ini adalah pengelolaan distribusi pupuk petani.

Dia menambahkan, perencanaan desa korporasi sejak 2018 dan baru terealisasi 2019. Program ini akan memberikan keuntungan kepada desa secara berkelanjutan. 

Jika Dana Desa, misalnya, hanya digunakan untuk infrastruktur, itu gampang, tinggal perencanaan dan pelaksanaan. Tapi ini digunakan untuk modal usaha bersama yang dikelola secara profesional. Sebab, yang dimaksud Desa Korporasi di sini adalah kumpulan dari desa-desa yang memiliki badan usaha yang bersumber dari APBDes dan APBN.

Banyak Manfaat

Dalam pelaksanaannya, Desa Korporasi bermitra dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (MBN) yang membawahi beragam usaha seperti pupuk, elpiji, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya.

”Keuntungannya akan kembali lagi ke desa,” ujarnya.

Sementara itu Imam Shofwan menyatakan siap ikut membantu pembangunan Pati dari sektor pendidikan luar sekolah. Sebagai dosen Pendidikan Luar sekolah Unnes, Imam yang juga warga Dukuh Selorejo, Desa/Kecamatan Gembong, Pati, itu menyatakan sudah dua tahun melakukan pengabdian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati. 

”Saya berharap bisa mengembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sehingga menjadi pelopor berdirinya kampung-kampung literasi di Pati,” tegasnya. 

Imam sendiri bersama tim pengabidan masyarakat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati mengadakan pertemuan dengan para pengelola PKBM di Pati. Tema pengabdian itu adalah Strategi perencanaan dalam pengelolaan Kampung Literasi berbasis potensi dan konservasi bagi pengelola PKBM di Pati.

Klik di https://www.suaramerdeka.com/news/baca/194370/deviden-desa-korporasi-bisa-untuk-apa-saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *